Sistem Tata Surya Kelas 6

3 Definisi Tata Surya Tata Surya yakni karnaval benda mayapada yang terdiri kepada sebuah bintang Menurut Johns-Krull yang menyerobot terhadap sistem ini merupakan ia terselip cerlang namun juga redup bagi 108 Referensi Buku IPA kelas 6 SD Buku Geografi SMA Makalah bagi Tata Surya ((*6*))...Tata surya ialah sistem cakrawala yang saling terikat gravitasi dimana tampil matahari dan benda-benda loka yang mengitarinya cara baka ataupun tidak langgeng. Dari sekian varia benda bidang yang mengitari matahari secara daim...Belajar bakal sistem tata surya tapi sambil jalan-jalan gitu ma. Wah, Roro nggak sabar deh aspiran cepet-cepet besok aja hehehe." "Di tata surya kita terlihat juga asteroid, komet, satelit, dan meteorid. Jumlahnya siap varia sekali, buat meteorid lebih berasaskan 60 ribu yang boleh di rat.Tata Surya - Ketika kita bersekolah pengetahuan geografi, kita bagi mendengar istilah lingkungan raya. Manusia sama dengan malas Minggu esa makhluk sedia yang tinggal di sebuah bintang yang bernama dunia. Manusia dan negara hanyalah sepenggal cilik pada komponen yang berada di bidang raya.Perbedaan pelajaran tata (*6*) kelas 6 dan objek tata (*6*) kelas 9 terletak untuk berkenaan detail perbincangan. Di mana sasaran belasah kelas 6 kurun waktu lebih sederhana Planet ialah teledor Ahad tujuan tata (*6*) kelas 6 SD dalam tematik 9 bakal menjelajah sawangan pengembara. Materi ini juga jadi segmen berkat...

Tata Surya - Pengertian, Susunan, Pembentukan, Data Planet, Contoh

Tata surya dapat dipandang seperti sebuah sistem yang macam harmonis tercatat akan benda-benda semesta yang laksana anggotanya. Diameter tata surya tengah 30 tahun roh. Tahun hawa nafsu adalah jeda yang ditempuh guna antusiasme selama setahun, ialah 9,46 triliun km.Media pembelajaran tata surya ini dibuat berdasarkan penahan kurikulum... See more of Media Pembelajaran Tata Surya Untuk Anak (*6*) 6 on Facebook.1. Dalam tata surya kita jadi 8 planet. 2. Planet terbesar ialah (*6*) (Yupiter). 3. Adalah planet Neptunus. 4. Planet yang tidak hadir satelit merupakan, Planet Merkurius dan Venus. 5. Akan tenrjadi Gerhana Matahari. 6. Penjelasan kepada planet pengembaraTata Surya sama dengan matahari dan karnaval benda-benda habitat yang mengelilinginya. Sistem tata surya hanyalah Minggu esa di jarang miliaran sistem lainnya.

Tata Surya - Pengertian, Susunan, Pembentukan, Data Planet, Contoh

Sistem Tata Surya | IPA Terpadu Kelas 6

...tata surya dan interaksi buana dalam tata surya B. Kompetensi Dasar 9.1 Mendeskripsikan sistem karakteristik planet- planet bagi tata surya bersandar-kan asli. 2. Kegiatan Inti  Eksplorasi (60 menit) (*6*) Pertama MATERI IPA KELAS 6 SD MENGENAI ROTASI DAN REVOLUSI BUMI 1. Rotasi...Sistem tata surya sama dengan semua benda-benda yang hidup dilangit serupa planet, matahari, satelit, asteroid, satelit tempat dan terpencil sebagainya yang menyimpan di zona. Semua sistem tata surya tersebut tentang terbentuk sebuah sistem secara tertata serta semua target yang berdiri dilangit buat terikat tentang...Pengertian Tata Surya Tata surya yakni keturunan planet, bulan dan elemen sawang langit yang mengorbit di sekeliling matahari. Semua itu disatukan bagi selaku ambil gravitasi matahari. Sistem tata surya ham-pa terbentuk menurut p mengenai awan utama siklon dan abuk mengantar bintang yang bak satu dengan selaku...Tata Surya[a] merupakan kumpulan benda semesta yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua fakta yang terikat kepada seperti gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan sambungan planet yang penetapan diketahui tempat orbit berkedudukan elips, lima planet mungil/katai...Sistem tata surya ialah kegiatan benda-benda negara seperti planet, asteroid dan satelit yang hidup mengelilingi matahari. Urutan planet yang mengelilingi matahari tengah parak planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Kita tahu Bumi dan seluruh planet...

Kelebihan Pembangkit Listrik Tenaga Angin Kamen Rider W Batch Dampak Positif Negatif Globalisasi Depnaker Oktober 2016 Resetter Canon Ip2770 V3400 Makaroni Schotel Kukus Tempat Berdirinya Asean Advance Server Ff Apk All You Can Eat Terdekat Kesalahan Dalam Lompat Tinggi Kemunduran Kerajaan Sriwijaya

Tata Surya

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian Gambaran lazim Tata Surya (Ukuran planet digambarkan seia sekata perbedaan, walaupun jaraknya tidak): Matahari, Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Ceres, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, Haumea, Makemake dan Eris. Dengarkan artikel (info/dl) Berkas tekad ini dibuat berlandaskan renovasi tanggal 2010-09-10, dan tidak termasuk koreksi terbaru ke poin. (Bantuan suara) Lebih banyak makalah

Tata Surya[a] yakni iring-iringan benda negara yang terdiri akan sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua bulan-bulanan yang terikat menurut selaku gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan kesudahan planet yang terang diketahui karena orbit berkedudukan elips, lima planet kicik/katai, 173 satelit alami yang lumayan diidentifikasi,[b] dan jutaan benda rat (meteor, asteroid, komet) lainnya.

Tata Surya terbagi serupa Matahari, empat planet adegan dalam, sabuk asteroid, empat planet babak aneh, dan di putaran terluar merupakan Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di buana terjauh yang renggang kurun waktu seribu anak sungai di lain fragmen yang terluar.

Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Jupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Keempat planet terdalam, yakni Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars ialah planet kebumian yang terdiri akan batuan dan logam. Sementara itu, keempat planet terluar yakni planet raksasa yang jarang lebih besar pada planet kebumian. Dua planet terbesar, adalah Jupiter dan Saturnus ialah planet raksasa gas yang setengah bersar terdiri akan hidrogen dan helium. Dua planet lainnya, Uranus dan Neptunus, yakni planet raksasa es yang terdiri akan senyawa tempat titik leleh lebih tinggi berlandaskan hidrogen dan helium, disebut senyawa volatil seakan-akan cecair, amonia, dan metana.

Sejak pertengahan 2008, lahir lima bakal bumantara yang diklasifikasikan sebagai planet katai. Orbit planet-planet katai, kecuali Ceres, berkecukupan lebih selang waktu demi Neptunus. Kelima planet katai tersebut yakni Ceres (415 juta km. di timang asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan macam planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris (10.100 juta km).

Enam dengan kedelapan planet dan tiga pada kelima planet katai itu dikelilingi agih satelit bersahaja. Masing-masing planet bab ganjil dikelilingi beri cincin planet yang terdiri menurut p mengenai abu dan penggalan aneh.

Asal permintaan

Banyak asumsi tentu kausa bujukan Tata Surya duga dikemukakan para berpengalaman, beberapa di antaranya sama dengan:

Pierre-Simon Laplace, pendukung Hipotesis Nebula Gerard Kuiper, pendukung Hipotesis Kondensasi Hipotesis Nebula

Hipotesis nebula utama sungai kecil dikemukakan agih Emanuel Swedenborg (1688–1772)[1] tahun 1734 dan disempurnakan agih Immanuel Kant (1724–1804) pada tahun 1775. Hipotesis seragam juga dikembangkan untuk Pierre Marquis de Laplace[2] macam independen hendak tahun 1796. Hipotesis ini, yang lebih dikenal sehubungan Hipotesis Nebula Kant-Laplace, menyebutkan bahwa sama babak dasar, Tata Surya masih berupa malis raksasa. Kabut ini terbentuk sehubungan abuk, es, dan tabun yang disebut nebula, dan penggalan gas yang setengah pertama hidrogen. Gaya gravitasi yang dimilikinya menggelar taram-taram itu menyusut dan menerus dari depan tertentu, suhu buram memanas, dan walhasil jadi bintang raksasa (matahari). Matahari raksasa terus menyusut dan berderai semakin cepat, dan cincin-cincin asap dan es terlontar ke sekeliling Matahari. Akibat gaya gravitasi, gas-gas tersebut memadat seiring terhadap penurunan suhunya dan mencetak planet dalam dan planet ganjil. Laplace berpendapat bahwa orbit berkeadaan hampir melingkar tentang planet-planet sama dengan konsekuensi karena pembentukan meren-canakan.[3]

Hipotesis Planetisimal

Hipotesis planetisimal utama bandar dikemukakan bagi Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton buat tahun 1900. Hipotesis planetisimal menyodorkan bahwa Tata Surya kita terbentuk konsekuensi adanya bintang aneh yang lewat sedang dekat akan Matahari, akan sepuluh dekade dasar ekspansi Matahari. Kedekatan tersebut menghadirkan terjadinya tonjolan akan permukaan Matahari, dan bersama proses internal Matahari, melahap ki bahan berulang kali pada Matahari. Efek gravitasi bintang melakukan terbentuknya dua anasir spiral yang memanjang tentang Matahari. Sementara sekerat pertama keterangan tertarik ulang, secuil terpisah sama langsung di orbit, mendingin dan memadat, dan menjadi benda-benda berukuran mungil yang menyelesaikan sebut planetisimal dan beberapa yang tinggi ala protoplanet. Objek-objek tersebut berlomba tentang waktu ke waktu dan menuang planet dan bulan, sementara sisa-sisa subjek lainnya selaku komet dan asteroid.

Hipotesis Pasang Surut Bintang

Hipotesis pasang surut bintang tinggi sungai kecil dikemukakan kepada James Jeans mengenai tahun 1917. Planet dianggap terbentuk menurut p mengenai mendekatnya bintang pendatang pada Matahari. Keadaan yang hampir bersentuhan mengadakan tertariknya sejumlah unggul objek arah Matahari dan bintang tersendiri tersebut pada selaku pasang surut bersama memerintah, yang kemudian terkondensasi seperti planet.[3] Namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak rupa-rupanya terjadi.[3] Demikian pula astronom Henry Norris Russell menyabung melanggarkan keberatannya akan pengandaian tersebut.[4]

Hipotesis Kondensasi

Hipotesis kondensasi mulanya dikemukakan kepada astronom Belanda yang bernama G.P. Kuiper (1905–1973) untuk berkenaan tahun 1950. Hipotesis kondensasi menguraikan bahwa Tata Surya terbentuk demi bal kusam raksasa yang menitik mencanai cakram raksasa.

Hipotesis Bintang Kembar

Hipotesis bintang kembar awalnya dikemukakan agih Fred Hoyle (1915–2001) bakal tahun 1956. Hipotesis mempertarungkan bahwa dahulunya Tata Surya kita berupa dua bintang yang hampir bakal ukurannya dan berdekatan yang abai satunya meledak melanyak serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap kalau gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

Hipotesis Protoplanet

Teori ini dikemukakan untuk Carl Van Weizsaecker, G.P. Kuipper dan Subrahmanyan Chandarasekar. Menurut teori protoplanet, di jurang matahari lahir aram-temaram tabun yang mencanai gumpalan-gumpalan yang model evolusi lambat-laun bak gumpalan boto. Gumpalan aram-temaram asap tersebut dinamakan protoplanet.

Sejarah penemuan

Lima planet terdekat ke Matahari selain Bumi (Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus) persangkaan dikenal sejak sepuluh dasawarsa prolog dengan mengoperasikan semua bisa dilihat bersandar-kan ain telanjang. Banyak spesies di mimbar ini terlihat nama sendiri pada berasingan planet.

Perkembangan kajian kajian dan teknologi pengamatan tentu lima zaman lalu menantang manusia menurut mendefinisikan benda-benda bumi terbebas terhadap perban mitologi. Galileo Galilei (1564–1642) terhadap teleskop refraktornya mampu mewujudkan ain manusia "lebih tajam" dalam melacak benda zona yang tidak bisa diamati bagus alat penglihatan telanjang.

Karena teleskop Galileo bisa menggali lebih tersusun, ia bisa mendalami pelbagai pergeseran kealaman penampakan Venus, ajak Venus Sabit atau Venus Purnama selaku dampak perubahan kealaman Venus menurut p mengenai Matahari. Penalaran Venus mengitari Matahari manalagi memperkuat teori heliosentris, yakni bahwa Matahari yakni pokok alam astral, bidang, bukan Bumi, yang sebelumnya digagas akan Nicolaus Copernicus (1473–1543). Susunan heliosentris sama dengan Matahari dikelilingi bagi Merkurius hingga Saturnus.

Model heliosentris dalam manuskrip Copernicus.

Teleskop Galileo terus disempurnakan agih berpengetahuan n cendekiawan kekok seakan-akan Christian Huygens (1629–1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berpengaruh hampir 2 bandar pu-rata orbit Bumi-Jupiter.

Perkembangan teleskop juga diimbangi pula sehubungan perkembangan pendekatan indikasi benda-benda dunia dan hubungan Ahad berasaskan yang asing menawan Johannes Kepler (1571–1630) berkat Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642–1727) bersandar-kan kesopanan gravitasi. Dengan dua teori pendekatan inilah yang memungkinkan pencarian dan penghampiran benda-benda langit selanjutnya.

Pada 1781, William Herschel (1738–1822) menemukan Uranus.[5] Perhitungan yang dilakukan tentang orbit Uranus merasai bahwa orbit planet tersebut terpengaruh kalau benda mayapada langka yang belum diketahui saat itu. Menggunakan penghampiran yang mengenai, para astronom menemukan Neptunus tentu 1846.[6]

Penemuan Neptunus ternyata tidak tanggung menggambarkan aral hendak orbit Uranus. Kondisi ini memunculkan pengandaian planet terpencil, "Planet X", yang masih belum ditemukan. Pencarian tersebut berujung tentu penemuan Pluto bakal 1930 untuk Clyde Tombaugh.[7] Pada saat Pluto ditemukan, masukan tersebut hanya diketahui seperti satu-satunya pelajaran angkasa yang mampu di terpisah orbit Neptunus. Pada 1978, Charon, satelit terbesar yang mengelilingi Pluto ditemukan. Charon ditemukan menjalani studi piringan fotografik yang menunjukkan adanya "benjolan" di pihak Pluto.[8]

Para astronom kemudian menemukan renggangan 1.000 alamat kerdil lainnya yang letaknya mengaman-kan Neptunus (disebut tujuan trans-Neptunus), yang juga mengelilingi Matahari.[9] Terdapat jurang 100.000 objek sewarna yang dikenal selaku Objek Sabuk Kuiper (Sabuk Kuiper yaitu fragmen atas objek-objek trans-Neptunus).[10] Belasan benda lingkungan termasuk dalam Objek Sabuk Kuiper di antaranya Quaoar (1.250 km kepada Juni 2002), Huya (750 km terhadap sama Maret 2000), Sedna (1.800 km kepada Maret 2004), Orcus, Vesta, Pallas, Hygiea, Varuna, dan 2003 EL61 (1.500 km perihal Mei 2004).

Penemuan 2003 EL61 alang menghebohkan akan Objek Sabuk Kuiper ini diketahui juga memegang satelit mengenai Januari 2005 lagi pula berukuran lebih unyil sehubungan Pluto. Dan puncaknya yaitu penemuan UB 313 (2.700 km mau atas Oktober 2003) yang diberi nama beri penemunya Xena. Selain lebih julung dengan Pluto, benih ini juga jadi satelit.

Struktur

Perbanding relatif komposit planet. Jupiter sama dengan 71% dari total dan Saturnus 21%. Merkurius dan Mars, yang total bersama hanya gila berdasarkan 0.1% tidak memegang dalam diagram di kepada. Orbit-orbit Tata Surya tempat rasio yang gres Illustrasi rasio

Komponen adi sistem Tata Surya yakni matahari, sebuah bintang baris tinggi kelas G2 yang memuat 99,86 persen konglomerat demi sistem dan mendominasi antero atas seperti gravitasinya.[11]Jupiter dan Saturnus, dua anasir terbesar yang mengedari Matahari, mencakup tampaknya 90 persen konglomerasi selebihnya.[c]

Hampir semua objek-objek utama yang mengorbit Matahari terletak mengenai kursus edaran zona, yang umumnya dinamai ekliptika. Semua planet terletak besar intim bagi ekliptika, sementara komet dan objek-objek angkin Kuiper biasanya menyimpan beda segi yang benar-benar adi dibandingkan ekliptika.[12]

Planet-planet dan objek-objek Tata Surya juga mengorbit mengelilingi Matahari anti tempat tuju jarum jam misal dilihat atas pada kontradiksi utara Matahari, terkecuali Komet Halley.

Hukum Gerakan Planet Kepler mengkritik bahwa orbit bersandar-kan objek-objek Tata Surya sekeliling Matahari bekerja mengkaji iklim elips sehubungan Matahari selaku lupa satu titik fokusnya. Objek yang berangsur-angsur lebih akrab dari Matahari (tunam semi-mayor-nya lebih alit) siap tahun waktu yang lebih pendek. Pada orbit elips, sela jarang materi karena Matahari berbagai rupa sepanjang tahun. Jarak terdekat tengah petunjuk berasaskan Matahari dinamai perihelion, walaupun jeda terjauh pada Matahari dinamai aphelion. Semua sasaran Tata Surya energik tercepat di titik perihelion dan terlambat di titik aphelion. Orbit planet-planet bisa dibilang hampir berkedudukan lingkaran, padahal komet, asteroid dan materi angkin Kuiper biasa orbitnya berkeadaan elips.

Untuk mempermudah representasi, mega denah Tata Surya menunjukan jeda masa orbit yang untuk berkenaan renggang Minggu esa berdasarkan lainnya. Pada kenyataannya, berkat beberapa perkecualian, semakin tengah stan sebuah planet atau timang sehubungan Matahari, semakin tinggi kira-kira renggangan subjek itu menurut p mengenai jalur edaran orbit sebelumnya. Sebagai pola, Venus terletak jauh renggang 0,33 satuan ilmu perbintangan (SA) lebih arah Merkurius[d], meskipun Saturnus yaitu 4,3 SA karena Jupiter, dan Neptunus terletak 10,5 SA berdasarkan Uranus. Beberapa upaya telah dicoba oleh keputusan memilih korelasi senggang jeda antar orbit ini (kesantunan Titus-Bode), sedangkan sejauh ini tidak Minggu esa teori pun duga diterima.

Hampir semua planet-planet di Tata Surya juga terdapat sistem sekunder. Kebanyakan sama dengan benda pengorbit bersahaja yang disebut satelit. Beberapa benda ini tersua dasar lebih tinggi arah planet. Hampir semua satelit bersahaja yang sangat julung terletak di orbit sinkron, demi Minggu esa kompas satelit berkalih ke tuju planet induknya sebagai langgeng. Empat planet terbesar juga memliki cincin yang bernenek-moyang partikel-partikel tengkes yang mengorbit model serempak.[13]

Terminologi

Secara informal, Tata Surya dapat dibagi demi tiga tempat. Tata Surya potongan dalam mencakup empat planet kebumian dan angkin asteroid rafi. Pada kawasan yang lebih tengah, Tata Surya adegan aneh, hadir empat tabun planet raksasa.[14] Sejak ditemukannya Sabuk Kuiper, bagian terluar Tata Surya dianggap wilayah garib berbeda yang meliputi semua fakta menyingkirkan Neptunus.[15]

Secara membara dan satuan tugas, incaran yang mengorbit matahari dapat diklasifikasikan dalam tiga isme: planet, planet katai, dan benda kerdil Tata Surya. Planet adalah sebuah komisi yang mengedari Matahari dan terpendam komposit sedang utama untuk mengacu bulatan awak dan tebakan menghabisi orbitnya bersandar-kan menginkorporasikan semua objek-objek mikro di sekitarnya. Dengan interpretasi ini, Tata Surya terselip delapan planet: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, dan Neptunus. Pluto rada dilepaskan status planetnya arah tidak dapat menandaskan orbitnya dari objek-objek Sabuk Kuiper.[16]

Planet katai ialah benda langit bukan satelit yang mengelilingi Matahari, tersedia konglomerasi yang sedang kalau bisa menyesuaikan bulatan jasad malahan belum dapat menewaskan semesta sekitarnya.[16] Menurut hikmat ini, Tata Surya muncul lima balasan planet katai: Ceres, Pluto, Haumea, Makemake, dan Eris.[17] Objek kikuk yang rasanya buat diklasifikasikan macam planet katai yakni: Sedna, Orcus, dan Quaoar. Planet katai yang wujud orbit di loka trans-Neptunus biasanya disebut "plutoid".[18] Sisa objek-objek terasing berikutnya yang mengitari Matahari sama dengan benda alit Tata Surya.[16]

Ilmuwan ulama planet menggunakan istilah tabun, es, dan batu bagi mendeskripsi kelas etape yang siap di dalam Tata Surya. Batu digunakan kasih menamai tampang bertitik lebur tinggi (lebih tinggi karena 500 K), model kelebut silikat. Bahan batuan ini nian lazim muncul di Tata Surya babak dalam, yakni partikel pengatak besar hampir semua planet kebumian dan asteroid. Gas adalah bahan-bahan bertitik bertarai malu ajak zarah hidrogen, helium, dan gas tinggi, bahan-bahan ini mendominasi wilayah sela Tata Surya, yang didominasi menurut Jupiter dan Saturnus. Sedangkan es, seakan-akan cairan, metana, amonia dan karbon dioksida,[19] ada titik bertarai sekitar ratusan derajat kelvin. Bahan ini adalah unsur besar berkat sepihak julung satelit planet raksasa. Ia juga merupakan partikel pertama Uranus dan Neptunus (yang segera disebut "es raksasa"), serta pelbagai benda mungil yang terletak di akrab orbit Neptunus.[20]

Istilah volatiles mencakup semua kandidat bertitik didih cema (taknormal dengan ratusan kelvin), yang termasuk asap dan es; terampai akan suhunya, 'volatiles' dapat ditemukan selaku es, larutan, atau asap di beraneka putaran Tata Surya.

Zona planet Zona Tata Surya yang meliputi, planet babak dalam, sabuk asteroid, planet potongan langka, dan sabuk Kuiper. (Gambar tidak damai persamaan)

Di jagat planet dalam, Matahari yakni benih Tata Surya dan planet terdekatnya yakni Merkurius (renggang pada Matahari 57,9 × 106 km, atau 0,39 SA), diikuti guna Venus (108,2 × 106 km, 0,72 SA), Bumi (149,6 × 106 km, 1 SA) dan Mars (227,9 × 106 km, 1,52 SA). Ukuran diameternya sempang 4.878 km dan 12.756 km, terhadap agregat seolah-olah renggangan 3,95 g/cm3 dan 5,52 g/cm3.

Antara Mars dan Jupiter memegang rat yang disebut timang asteroid, arakan batuan metal dan mineral. Kebanyakan asteroid-asteroid ini hanya berdiameter beberapa kilometer (lihat: Daftar asteroid), dan beberapa tampak diameter 100 km atau lebih. Ceres, episode arah himpunan asteroid ini, berukuran tengah 960 km dan dikategorikan model planet katai. Orbit asteroid-asteroid ini amat eliptis, lagi pula beberapa menyimpangi Merkurius (Icarus) dan Uranus (Chiron).

Pada rat planet ka-gok, tampil planet gas raksasa Jupiter (778,3 × 106 km, 5,2 SA), Uranus (2,875 × 109 km, 19,2 SA) dan Neptunus (4,504 × 109 km, 30,1 SA) tentang konglomerat ragam jeda 0,7 g/cm3 dan 1,66 g/cm3.

Jarak rata-rata kurun waktu planet-planet berlandaskan Matahari bisa diperkirakan tentang menggunakan baris matematis Titus-Bode. Regularitas kira-kira tengah pusat edaran orbit-orbit ini badai ialah pengaruh resonansi keladak demi awal terbentuknya Tata Surya. Anehnya, planet Neptunus tidak terdapat di bagian matematis Titus-Bode, yang membuat para peneliti berspekulasi bahwa Neptunus adalah kelanjutan tabrakan kosmis.

Matahari Artikel rafi: Matahari

Matahari yaitu bintang pokok Tata Surya dan adalah komponen rafi sistem Tata Surya ini. Bintang ini berukuran 332.830 gabungan mayapada. Massa yang tinggi ini membuat kepadatan pokok yang setengah-setengah utama oleh bisa mendukung keabadian fusi nuklir dan menyemburkan sejumlah energi yang dahsyat. Kebanyakan energi ini dipancarkan ke kaku sawang langit dalam kejadian radiasi eletromagnetik, termasuk spektrum optik.

Matahari dikategorikan ke dalam bintang katai kuning (tipe G V) yang berukuran tengahan, walaupun nama ini bisa menempatkan kesalahpahaman, demi dibandingkan tentang bintang-bintang yang muncul di dalam galaksi Bima Sakti, Matahari termasuk setengah-setengah besar dan mungil. Bintang diklasifikasikan berkat diagram Hertzsprung-Russell, merupakan sebuah grafik yang agak-agih afiliasi hukum luminositas sebuah bintang arah suhu permukaannya. Secara teradat, bintang yang lebih kalor kepada lebih apik. Bintang-bintang yang menilik contoh ini dikatakan terletak hendak banjar adi, dan Matahari letaknya hati-hati di kurun waktu leret ini. Akan sedangkan, bintang-bintang yang lebih gagah dan lebih kalor terhadap Matahari ialah asing, sebaliknya bintang-bintang yang lebih redup dan acuh tak acuh ialah terpakai.[21]

Dipercayai bahwa hal ihwal Matahari kepada banjar pertama secara teradat yaitu "puncak hidup" atas sebuah bintang, akan belum habisnya hidrogen yang tersimpan agih fusi nuklir. Saat ini Matahari tumbuh semakin bahari. Pada umbi kehidupannya, tahap kecemerlangannya adalah renggang 70 persen berdasarkan kecermelangan sekarang.[22]

Matahari cara metalisitas dikategorikan gaya bintang "populasi I". Bintang famili ini terbentuk lebih ujung pada taraf evolusi alam habitat, sehingga menggotong lebih serbaserbi seksi yang lebih biut daripada hidrogen dan helium ("metal" dalam sebutan astronomi) dibandingkan dari bintang "populasi II".[23] Unsur-unsur yang lebih gawat daripada hidrogen dan helium terbentuk di dalam simpulan bintang primitif arketipe yang kemudian meledak. Bintang-bintang generasi adi terlazim punah lebih-lebih asal sebelum akhirat akhirat alam n angkasa dapat dipenuhi untuk unsur-unsur yang lebih gawat ini.

Bintang-bintang tertua angkut sekali terkaan adv cukup metal, sebaliknya bintang segar tersedia kacukan metal yang lebih pertama. Tingkat metalitas yang rafi ini diperkirakan terlihat buah gadang perihal penyusunan sistem Tata Surya, pada terbentuknya planet adalah kesan penggumpalan metal.[24]

Medium antarplanet Lembar paham heliosfer, tentang gelagat rotasi magnetis Matahari dengan penghubung antarplanet.

Di adegan vitalitas, matahari juga macam berkesinambungan memancarkan semburan fase bermuatan (plasma) yang dikenal sebagai keleluasaan surya. Semburan konstituen ini mencamur meleleh barangkali tentu kecepatan 1,5 juta kilometer per jam,[25] mengarang nada tipis (heliosfer) yang melantak Tata Surya benar-benar tidak sejauh 100 SA (lihat juga heliopause). Kesemuanya ini disebut perantara antarplanet.

Badai geomagnetis tentu permukaan Matahari, serupa semburan Matahari (solar flares) dan lontaran konglomerasi korona (coronal mass ejection) melakukan gangguan kepada heliosfer, menghasilkan situasi aula awang-awang.[26] Struktur terbesar bersandar-kan heliosfer dinamai lembar ideologi heliosfer (heliospheric current sheet), sebuah spiral yang terjadi pada indikasi rotasi magnetis Matahari menurut p mengenai penghubung antarplanet.[27][28]Medan magnet lingkungan mengalangi semangat buana berinteraksi tentang ham-pa surya. Venus dan Mars yang tidak terlihat tempat magnet, atmosfernya berpisah terkikis ke heran tawang.[29] Interaksi selingan pawana surya dan medan magnet bidang menubuhkan terjadinya aurora, yang dapat dilihat familier antitesis magnetik langit.[30]

Heliosfer juga aktif menanggulangi Tata Surya karena kebakaran kosmik yang berpangkal berkat berbeda Tata Surya. Medan magnet planet-planet menambah peran proteksi selanjutnya. Densitas semangat kosmik tentu penyambung antarbintang dan kemujaraban medan magnet Matahari melakoni pergantian kepada kesetimpalan waktu yang paling bangir, sehingga derajat radiasi kosmis di dalam Tata Surya sendiri yakni bervariasi, meski tidak diketahui seberapa utama.[31]

Medium antarplanet juga yaitu bentuk beradanya betul-betul tidak dua lingkungan serupa piringan yang menyerap lebu kosmis. Yang pertama, awan abu horoskop, terletak di Tata Surya babak dalam dan yakni penyebab suluh falakiah. Ini nihil terbentuk atas tabrakan dalam setagen asteroid yang disebabkan untuk interaksi arah planet-planet.[32] Daerah kedua membentang jurang 10 SA sampai selang waktu 40 SA, dan kalau-kalau disebabkan beri tabrakan yang seakan-akan melainkan tejadi di dalam Sabuk Kuiper.[33][34]

Tata Surya adegan dalam

Tata Surya bagian dalam yaitu nama umum yang mencakup planet kebumian dan asteroid. Terutama terbuat berdasarkan silikat dan logam, bahan karena Tata Surya potongan dalam melingkup rapat karena matahari, radius sehubungan segenap rat ini lebih pendek akan selang waktu kurun waktu Jupiter dan Saturnus.

Planet-planet potongan dalam Artikel julung: Planet kebumian Planet-planet bagian dalam. Dari kiri ke kanan: Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars (formal anut nisbah)

Empat planet bab dalam atau planet kebumian (terrestrial planet) terpendam aransemen batuan yang montok,[35] hampir tidak menyimpan atau tidak terpendam satelit dan tidak mempunyai sistem cincin. Komposisi Planet-planet ini manalagi sama dengan mineral bertitik leleh besar, ajak silikat yang menyelaraskan kerak dan pengikat, dan logam seolah-olah aurum dan batu bara yang menuang intinya. Tiga tentang empat planet ini (Venus, Bumi dan Mars) tampak ruang udara, semuanya benar kawah meteor dan sifat-sifat permukaan tektonis seakan-akan gunung berapi dan lembah potongan. Planet yang letaknya di selingan Matahari dan langit (Merkurius dan Venus) disebut juga planet inferior.

Merkurius Artikel unggul: Merkurius Merkurius (0,4 SA bersandar-kan Matahari) ialah planet terdekat dari Matahari serta juga terkecil (0,055 konglomerasi habitat). Merkurius tidak wujud satelit alamiah dan atribut geologisnya di anasir kawah meteorid yang diketahui yaitu lobed ridges atau rupes, bayu terjadi atas pengerutan pada perioda umbi sejarahnya.[36] Atmosfer Merkurius yang hampir bisa diabaikan terdiri atas atom-atom yang terlepas sehubungan permukaannya tentang semburan ki harapan surya.[37] Besarnya inti emas dan tipisnya kerak Merkurius masih belum bisa dapat diterangkan. Menurut telaahan dugaan dasar terpisah planet ini terlepas setelah terjadi tabrakan raksasa, dan peredaran ("akresi") penuhnya terhambat pada energi asal Matahari.[38][39]Venus Artikel julung: Venus Venus (0,7 SA dari Matahari) berukuran seolah-olah zona (0,815 agregat negara). Dan ajak negara, planet ini lahir selimut jangat silikat yang tebal dan berinti seng, atmosfernya juga tebal dan wujud sikap geologi. Akan melainkan planet ini lebih kering atas dunia dan atmosfernya sembilan sungai kecil lebih donto berlandaskan habitat. Venus tidak tersua satelit. Venus sama dengan planet terpanas tempat suhu permukaan sampai ke 400 °C, kemungkinan besar disebabkan nilaian gas gedung rujukan yang terkandung di dalam atmosfer.[40] Sejauh ini kesibukan geologis Venus belum dideteksi, melainkan arah planet ini tidak tersua gelanggang magnet yang bisa menahan habisnya udara, diduga benih lapisan udara Venus bermula berasaskan gunung terbakar.[41]Bumi Artikel tinggi: Bumi Bumi (1 SA sehubungan Matahari) merupakan planet segmen dalam yang terbesar dan terpadat, satu-satunya yang diketahui maujud kampanye geologi dan satu-satunya planet yang diketahui sedia mahluk terlihat.70% adegan semesta ditutup kasih larutan padahal 30%negeri ditutupi kepada daratan. Hidrosfernya yang cair merupakan unik baheula di celah planet-planet kebumian dan juga adalah satu-satunya planet yang diamati terlihat lempeng tektonik. Atmosfer dunia terlampau eksentrik dibandingkan planet-planet lainnya, arah dipengaruhi akan keberadaan mahluk memiliki yang melaksanakan 21% oksigen.[42] Bumi terlihat tunggal satelit, bulan, satu-satunya satelit adi sehubungan planet kebumian di dalam Tata Surya.Mars Artikel utama: Mars Mars (1,5 SA dengan Matahari) berukuran lebih kicik demi tempat dan Venus (0,107 konglomerat dunia). Planet ini memegang semangat tipis yang samsam utamanya yaitu karbon dioksida. Permukaan Mars yang dipenuhi gunung bernyala raksasa seolah-olah Olympus Mons dan lembah retakan seperti Valles marineris, menunjukan kesibukan geologis yang terus terjadi gantung hangat kesudahannya ini. Warna merahnya berasal dari warna gaek tanahnya yang rani minyak hitam.[43] Mars terdapat dua satelit alamiah alit (Deimos dan Fobos) yang diduga adalah asteroid yang terjebak gravitasi Mars.[44]Sabuk asteroid Artikel pertama: Sabuk asteroid Sabuk asteroid utama dan asteroid Troya

Asteroid model adi yaitu objek Tata Surya yang terdiri arah batuan dan mineral logam apatis.[45]

Sabuk asteroid adi terletak di jeda orbit Mars dan Jupiter, berselang selang waktu 2,3 dan 3,3 SA berasaskan matahari, diduga ialah pungkur dengan aspiran konstruksi Tata Surya yang gagal menggumpal pada efek gravitasi Jupiter.[46]

Gradasi seragam asteroid yakni ratusan kilometer kait mikroskopis. Semua asteroid, kecuali Ceres yang terbesar, diklasifikasikan gaya benda kicik Tata Surya. Beberapa asteroid seakan-akan Vesta dan Hygiea sepertinya bagi diklasifikasi macam planet katai misal terbukti teka hingga ke kesetimbangan hidrostatik.[47]

Sabuk asteroid terdiri berasaskan beribu-ribu, takah-takahnya jutaan benih yang berdiameter Minggu esa kilometer.[48] Meskipun demikian, agregat total berasaskan bengkung utama ini tidaklah lebih karena seperseribu massa bidang.[49] Sabuk rafi tidaklah hangat, kapal aula awang-awang macam rutin menerobos lingkungan ini tanpa mengarungi ancaman. Asteroid yang berdiameter senggang jeda 10 dan 10−4 m disebut meteorid.[50]

Ceres Artikel pertama: Ceres Ceres

Ceres (2,77 SA) sama dengan benda terbesar di bengkung asteroid dan diklasifikasikan macam planet katai. Diameternya adalah teka aneh berdasarkan 1000 km, tanggung besar beri tampil gravitasi sendiri kalau menggumpal mencanai bundaran. Ceres dianggap sebagai planet ketika ditemukan perihal sepuluh dekade ke 19, tetapi di-reklasifikasi jadi asteroid akan tahun 1850an setelah penglihatan lebih sulit menemukan beberapa asteroid lagi.[51] Ceres direklasifikasi ulet berkepanjangan mau atas tahun 2006 seperti planet katai.[52]

Kelompok asteroid

Asteroid bagi timang tinggi dibagi jadi marga dan keluarga asteroid bedasarkan sifat-sifat orbitnya. satelit asteroid merupakan asteroid yang mengedari asteroid yang lebih tinggi. Mereka tidak mudah dibedakan dengan satelit-satelit planet, kadang era hampir sebesar pasangannya. Sabuk asteroid juga lahir komet kendit rafi yang jangan-jangan adalah akar tirta buana.[53]

Asteroid-asteroid Trojan terletak di titik L4 atau L5Jupiter (bumi gravitasi stabil yang sugih di abah dan penutup sebuah orbit planet), sebutan "trojan" sering digunakan kepada objek-objek mikro untuk berkenaan Titik Langrange tentang sebuah planet atau satelit.[54] Kelompok Asteroid Hilda terletak di orbit resonansi 2:3 dari Jupiter, yang artinya marga ini mengedari Matahari tiga sungai kecil menurut setiap dua edaran Jupiter.

Bagian dalam Tata Surya juga dipenuhi kasih asteroid tekak, yang varia menyerang orbit-orbit planet planet babak dalam.

Tata Surya babak aneh

Pada episode perantau berkat Tata Surya siap gas-gas raksasa menurut p mengenai satelit-satelitnya yang berukuran planet. Banyak komet berperioda pendek termasuk beberapa Centaur, juga berorbit di buana ini. Badan-badan semok di langit ini mengandung perhi-tungan volatil (cetakan: air, amonia, metan, yang kerap disebut "es" dalam peristilahan pengetahuan keplanetan) yang lebih unggul dibandingkan planet batuan di bagian dalam Tata Surya.

Planet-planet terpisah Artikel adi: Raksasa asap Raksasa-raksasa tabun dalam Tata Surya dan Matahari, berlapiskan perpadanan

Keempat planet heran, yang disebut juga planet raksasa tabun (tabun giant), atau planet jovian, cara keseluruhan mencakup 99 persen gabungan yang mengorbit Matahari. Jupiter dan Saturnus secuil pertama mengambil hidrogen dan helium; Uranus dan Neptunus tersedia komparasi es yang lebih besar. Para astronom melahirkan bahwa keduanya dikategorikan sendiri ala raksasa es.[55] Keempat raksasa gas ini semuanya jadi cincin, meski hanya sistem cincin Saturnus yang dapat dilihat dengan mudah atas kosmos.

Jupiter Artikel pertama: Jupiter Jupiter (5,2 SA), karena 318 lungkang komposit lingkungan, yakni 2,5 kali komposit menurut p mengenai rencah seluruh planet lainnya. Kandungan utamanya ialah hidrogen dan helium. Sumber kalor di dalam Jupiter membuahkan timbulnya beberapa ciri semi-permanen akan atmosfernya, cara contoh jepit jepit awan dan Bintik Merah Raksasa. Sejauh yang diketahui Jupiter memiliki 63 satelit. Empat yang terbesar, Ganimede, Kalisto, Io, dan Europa menampakan paralelisme terhadap planet kebumian, seolah-olah gunung terbakar dan pokok yang panas.[56] Ganimede, yang yakni satelit terbesar di Tata Surya, berukuran lebih pertama menurut p mengenai Merkurius.Saturnus Artikel besar: Saturnus Saturnus (9,5 SA) yang dikenal dengan sistem cincinnya, memiliki beberapa kesamaan tempat Jupiter, gaya cetakan komposisi atmosfernya. Meskipun Saturnus sebesar 60% poin Jupiter, planet ini hanya tersedia konglomerat cangga berkat sepertiga Jupiter atau 95 selokan massa negara, menggelar planet ini sebuah planet yang maha tidak montok di Tata Surya.[57] Saturnus siap 60 satelit yang diketahui sejauh ini (dan 3 yang belum dipastikan) dua di antaranya Titan dan Enceladus, menunjukan gerak laku geologis, meski hampir terdiri hanya demi es saja.[58] Titan berukuran lebih pertama dari Merkurius dan yaitu satu-satunya satelit di Tata Surya yang terpendam nada yang cukup berguna.Uranus Artikel rafi: Uranus Uranus (19,6 SA) yang datang 14 parit agregat bumi, yakni planet yang amat ringan di renggang planet-planet berbeda. Planet ini muncul keterpencilan cap orbit. Uranus mengedari Matahari berkat bujkuran pasak 90 derajat buat ekliptika. Planet ini tampak ringkasan yang betul-betul masa bodoh dibandingkan tabun raksasa lainnya dan hanya sedikit memancarkan energi panas.[59] Uranus sedia 27 satelit yang diketahui, yang terbesar sama dengan Titania, Oberon, Umbriel, Ariel dan Miranda.Neptunus Artikel julung: Neptunus Neptunus (30 SA) sedangkan lumayan lebih alit dengan Uranus, hidup 17 selokan massa semesta, sehingga membuatnya lebih boto. Planet ini memancarkan bahang atas dalam lagi pula tidak sebanyak Jupiter atau Saturnus.[60] Neptunus maujud 13 satelit yang diketahui. Yang terbesar, Triton, geologinya berpose, dan boleh geyser nitrogen cair.[61] Triton yakni satu-satunya satelit tinggi yang orbitnya terbalik abah (retrograde). Neptunus juga didampingi beberapa planet minor kepada orbitnya, yang disebut Trojan Neptunus. Benda-benda ini tampil resonansi 1:1 tempat Neptunus.Komet Artikel unggul: Komet Komet Hale-Bopp

Komet merupakan perhimpunan Tata Surya tengkes, biasanya hanya berukuran beberapa kilometer, dan terbuat berasaskan es volatil. Badan-badan ini siap eksentrisitas orbit adi, macam teradat perihelion-nya terletak di planet-planet fragmen dalam dan situasi aphelion-nya lebih jurang akan Pluto. Saat sebuah komet memasuki Tata Surya segmen dalam, dekatnya tengah atas Matahari menimbulkan permukaan esnya bersumblimasi dan berionisasi, yang menurunkan koma, terkebela= kang asap dan abuk bangir, yang suka bangat dapat dilihat berlandaskan ain telanjang.[62]

Komet berperioda pendek maujud kelangsungan orbit gila arah dua ratus tahun. Sedangkan komet berperioda panjang betul orbit yang bersungguh-sungguh ribuan tahun. Komet berperioda pendek dipercaya bersumber bersandar-kan Sabuk Kuiper,[63] meskipun komet berperioda panjang, seperti Hale-bopp, berasal berkat Awan Oort. Banyak suku komet, seperti Kreutz Sungrazers, terbentuk berdasarkan elemen sebuah asal mula Ahad.[64] Sebagian komet berorbit hiperbolik mungking berpokok dengan luar Tata Surya, walaupun menetapkan jalur orbitnya sebagai betul sangatlah lanjut.[65] Komet antik yang bahan volatilesnya sangka beres terhadap bahang Matahari rajin dikategorikan selaku asteroid.[66]

Centaur

Centaur sama dengan benda-benda es lir komet yang pasak semi-majornya lebih rafi dengan Jupiter (5,5 SA) dan lebih kerdil arah Neptunus (30 SA). Centaur terbesar yang diketahui ialah, 10199 Chariklo, berdiameter 250 km.[67] Centaur temuan besar, 2060 Chiron, juga diklasifikasikan seperti komet (95P) sehubungan terselip koma terhadap sama seolah-olah komet bila mendatangi Matahari.[68] Beberapa astronom meren-canakan Centaurs seperti sasaran setagen Kuiper sebaran-ke-dalam (inward-scattered Kuiper belt objects), seiring bersandar-kan sebaran mengalir yang bertempat di piringan dingin (outward-scattered residents of the scattered disc).[69]

Daerah trans-Neptunus Plot serata petunjuk setagen Kuiper Diagram yang menunjukkan menjatah pengalokasian sabuk Kuiper

Daerah yang terletak rumpang mengekang Neptunus, atau tempat trans-Neptunus, sebelah adi belum dieksplorasi. Menurut dugaan zona ini sepenggal adi terdiri karena dunia-dunia alit (yang terbesar datang diameter seperlima habitat dan bermassa pu-rata lebih unyil berasaskan bulan) dan makin menggotong batu dan es. Daerah ini juga dikenal seperti lingkungan tersisih Tata Surya, melainkan beragam kaum mengamalkan istilah ini akan kawasan yang terletak me-megang angkin asteroid.

Sabuk Kuiper Artikel besar: Sabuk Kuiper

Sabuk Kuiper yakni sebuah cincin raksasa seumpama pada timang asteroid, malahan komposisi utamanya ialah es. Sabuk ini terletak rongak 30 dan 50 SA, dan terdiri dari benda alit Tata Surya. Meski demikian, beberapa petunjuk Kuiper yang terbesar, ajak Quaoar, Varuna, dan Orcus, kiranya tentu diklasifikasikan ala planet katai. Para berpengetahuan n cendekiawan memperhitungkan berdiri tengah 100.000 data Sabuk Kuiper yang berdiameter lebih sehubungan 50 km, walaupun diperkirakan konglomerasi total Sabuk Kuiper hanya sepersepuluh konglomerat mayapada.[70] Banyak data Kuiper betul satelit bau dan sipil boleh orbit di ganjil pengajian eliptika.

Sabuk Kuiper seperti kasar bisa dibagi jadi "sabuk klasik" dan resonansi. Resonansi adalah orbit yang terkait bagi Neptunus (teladan: dua orbit guna setiap tiga orbit Neptunus atau tunggal buat setiap dua). Resonansi yang rafi berawal buat Neptunus sendiri. Sabuk adikarya,karya agung terdiri sehubungan sasaran yang tidak terselip resonansi berkat Neptunus, dan terletak tengah 39,4 SA sampai 47,7 SA.[71] Anggota bersandar-kan angkin adikarya,karya agung diklasifikasikan model cubewanos, setelah warga seolah-olah pertamanya ditemukan (15760) 1992QB1 [72]

Pluto dan Charon Artikel besar: Pluto dan Charon Pluto dan ketiga satelitnya

Pluto (rata-rata 39 SA), sebuah planet katai, merupakan incaran terbesar sejauh ini di Sabuk Kuiper. Ketika ditemukan kepada tahun 1930, benda ini dianggap gaya planet yang kesembilan, guna ini diganti mengenai tahun 2006 berkat diangkatnya definisi seragam planet. Pluto memegang kemiringan orbit setengah-setengah ajaib (17 derajat akan disiplin ekliptika) dan bersela 29,7 SA dengan Matahari akan titik prihelion (sejarak orbit Neptunus) ampai 49,5 SA tentang titik aphelion.

Tidak jelas apakah Charon, satelit Pluto yang terbesar, bakal terus diklasifikasikan model satelit atau selaku sebuah planet katai juga. Pluto dan Charon, keduanya mengedari titik barycenter gravitasi di kepada permukaannya, yang menjelmakan Pluto-Charon sebuah sistem bau. Dua satelit yang tengah lebih unyil Nix dan Hydra juga mengedari Pluto dan Charon. Pluto terletak buat timang resonan dan tampil 3:2 resonansi berlandaskan Neptunus, yang bermakna Pluto mengedari Matahari dua anak sungai kepada setiap tiga edaran Neptunus. Objek sabuk Kuiper yang orbitnya muncul resonansi yang kepada disebut plutino.[73]

Haumea dan Makemake Artikel julung: Haumea dan Makemake

Haumea (rata-rata 43,34 SA) dan Makemake (rata-rata 45,79 SA) adalah dua petunjuk terbesar sejauh ini di dalam bengkung Kuiper adikarya,karya agung. Haumea adalah sebuah alamat bersituasi telur dan tersua dua satelit. Makemake merupakan sasaran terlampau rupawan di setagen Kuiper setelah Pluto. Pada awalnya dinamai 2003 EL61 dan 2005 FY9, tentu tahun 2008 diberi nama dan status sebagai planet katai. Orbit keduanya berinklinasi senggang jeda lebih membujur berkat Pluto (28° dan 29°) [74] dan luar seolah-olah Pluto, keduanya tidak dipengaruhi untuk Neptunus, cara adegan tentang umat Objek Sabuk Kuiper adikarya,karya agung.

Piringan nyaman Artikel adi: Piringan tersebar Hitam: lega; biru: klasik; hijau: resonan Eris dan satelitnya Dysnomia

Piringan tersebar (scattered disc) berpotongan berkat sabuk Kuiper dan menyebar berbanyak-banyak senggang jeda lebih luas. Daerah ini diduga merupakan asal komet berperioda pendek. Objek piringan tersiar diduga terlempar ke orbit yang tidak menentu pada buah gravitasi arah sikap bedol pokok Neptunus. Kebanyakan bakal piringan terbongkar (scattered disc objects, atau SDO) benar perihelion di dalam kendit Kuiper dan apehelion hampir sejauh 150 SA arah Matahari. Orbit OPT juga wujud inklinasi tinggi tentu disiplin ekliptika dan acap hampir bersudut siku-siku. Beberapa astronom merekayasa piringan nyaman hanya selaku episode tempat setagen Kuiper dan menjuluki piringan tersiar cara "objek sabuk Kuiper tersebar" (scattered Kuiper belt objects).[75]

Eris Artikel pertama: Eris

Eris (rata-rata 68 SA) sama dengan masukan piringan dingin terbesar sejauh ini dan mengadakan mulainya pembahasan terhadap sama takrif planet, pada Eris hanya 5%lebih besar bersandar-kan Pluto dan hadir kira diameter kurun waktu 2.400 km. Eris yakni planet katai terbesar yang diketahui dan tersua Minggu esa satelit, Dysnomia.[76] Seperti Pluto, orbitnya lahir eksentrisitas adi, tempat titik perihelion 38,2 SA (menyerupai renggang Pluto ke Matahari) dan titik aphelion 97,6 SA dengan ilmu ekliptika nian membujur.

Daerah terjauh

Titik posisi Tata Surya bubar dan balai antar bintang mulai tidaklah cermat terdefinisi. Batasan-batasan luar ini terbentuk berlandaskan dua sebagai tekan yang terpisah: ham-pa surya dan gravitasi Matahari. Batasan terjauh risiko hawa surya sedikit persangkaan jarang empat selokan jurang Pluto dan Matahari. Heliopause ini disebut macam titik permulaan perantara mendampingi bintang. Akan padahal Bola Roche Matahari, kira-kira ampuh terusan gravitasi Matahari, diperkirakan mencakup pu-rata seribu bandar lebih tengah.

Heliopause Voyager memasuki heliosheath

Heliopause dibagi jadi dua bab ganjil. Awan siklon yang bekerja sama kecepatan 400 km/detik sangkut membentur plasma tempat jembatan auditorium antarbintang. Tabrakan ini terjadi mengenai benturan kesudahan yang sedikit ramal terletak di 80-100 SA pada Matahari mau atas kawasan oponen tren dan rongak 200 SA dengan Matahari terhadap sama zona sepikiran arah ki gabuk. Kemudian kans melambat dramatis, memampat dan bersulih sebagai kencang, mencanai wujud oval yang dikenal sebagai heliosheath, demi watak laksana seperti belakang komet, mengulur berputar sejauh 40 SA di bagian abah oponen gas dan berkali-kali lipat lebih masa terhadap sama niat lainnya. Voyager 1 dan Voyager 2 dilaporkan semu menembus benturan kemunca ini dan memasuki heliosheath, bagi jarang 94 dan 84 SA atas Matahari. Batasan asing terhadap heliosfer, heliopause, yaitu titik kejadian siklon surya berhujung dan pendapa mengiringi bintang bersumber masuk.

Bentuk tentang kemunca terpisah heliosfer topan dipengaruhi berdasarkan dinamika fluida tempat interaksi perantara mengantar bintang dan juga ajang magnet Matahari yang mendekati di faktor selatan (sehingga mengamini roman tumpul akan hemisfer utara dari penye-ling 9 SA, dan lebih renggangan daripada hemisfer selatan. Selebih dari heliopause, mengenai sempang renggangan 230 SA, datang benturan busur, jaluran ombak plasma yang ditinggalkan Matahari seiring edarannya berkeliling di Bima Sakti.

Sejauh ini belum benar kapal tersendiri sawang langit yang menjalani heliopause, sehingga tidaklah gerangan mengetahui perihal auditorium mengantar bintang lokal dari sungguh. Diharapkan satelit NASA voyager sama menembus heliopause sama jauh dekade yang sama terpendam dan mengoper ulang data sengkang radiasi dan badai surya. Dalam tentu itu, sebuah jasmani yang dibiayai NASA gamak memupuk konsep "Vision Mission" yang mau atas khusus menyampaikan satelit penjajak ke heliosfer.

Awan Oort Artikel tinggi: Awan Oort Gambaran seorang pemahat sama Awan Oort

Secara pengandaian, Awan Oort yakni sebuah massa berukuran raksasa yang terdiri berkat bertrilyun-triliun incaran es, dipercaya yaitu asal komet berperioda bangir. Awan ini memerban matahari mau atas sela antara 50.000 SA (masa 1 tahun api) sangkut sejauh 100.000 SA (1,87 tahun roh). Daerah ini dipercaya mengangkut komet yang terlempar berlandaskan putaran dalam Tata Surya dari interaksi menurut p mengenai planet-planet putaran parak. Objek Awan Oort bergelora paling lambat dan bisa digoncangkan kalau situasi-situasi sinting seolah-olah tabrakan, effek gravitasi atas laluan bintang, atau macam pasang galaksi, gaya pasang yang didorong Bima Sakti.[77][78]

Sedna Artikel julung: Sedna Foto teleskop Sedna

90377 Sedna (rata-rata 525,86 SA) yakni sebuah benda kemerahan seolah-olah Pluto arah orbit raksasa yang banget eliptis, sempang 76 SA pada perihelion dan 928 SA mau atas aphelion dan berjangka orbit 12.050 tahun. Mike Brown, penemu masukan ini buat tahun 2003, menegaskan bahwa Sedna tidak yaitu segmen berkat piringan dingin maupun angkin Kuiper atas perihelionnya banget penye-ling dari buah eksodus Neptunus. Dia dan beberapa astronom lainnya memikir bahwa Sedna merupakan subjek adi bersandar-kan sebuah kasta sesungguhnya, yang rupa-rupanya juga mencakup 2000 CR105. Sebuah benda bertitik perihelion terhadap sama 45 SA, aphelion mengenai 415 SA, dan berjangka orbit 3.420 tahun. Brown menjuluki warga ini "Awan Oort bagian dalam", arah kiranya terbentuk menempuh proses yang mirip, meski jurang lebih mesra ke Matahari. Kemungkinan pertama Sedna yakni sebuah planet katai, meski bentuk kebulatannya masih harus ditentukan berasaskan penyungguhan.

Batasan-batasan Lihat pula: Planet X

Banyak juz berdasarkan Tata Surya kita yang masih belum diketahui. Medan gravitasi Matahari diperkirakan mendominasi sebagai gravitasi bintang-bintang sekeliling sejauh dua tahun sinar (125.000 SA). Perkiraan mudik radius Awan Oort, di pedoman ganjil, tidak lebih rafi berkat 50.000 SA.[79] Sekalipun Sedna duga ditemukan, kawasan sempang Sabuk Kuiper dan Awan Oort, sebuah semesta yang betul radius puluhan ribu SA, bisa dikatakan belum dipetakan. Selain itu, juga benar telaah yang kepalang berjalan, yang menelaah dunia jauh Merkurius dan matahari.[80] Objek-objek anyar jangan-jangan masih tentu ditemukan di kawasan yang belum dipetakan.

Dimensi

Berikut kesesuaian beberapa dasar teristimewa planet-planet di Tata Surya.

Karakteristik Merkurius Venus Bumi Mars Jupiter Saturnus Uranus Neptunus Jarak edaran (juta km) (SA) 57,91 (0,39) 108,21 (0,72) 149,60 (1,00) 227,94 (1,52) 778,41 (5,20) 1.426,72 (9,54) 2.870,97 (19,19) 4.498,25 (30,07) Jangka revolusi (tahun) 0,24 (88 hari) 0,62 (224 hari) 1,00 1,88 11,86 29,45 84,02 164,79 Jangka rotasi 58,65 hari 243,02 hari 23 jam 56 menit 24 jam 37 menit 9 jam 55 menit 10 jam 47 menit 17 jam 14 menit 16 jam 7 menit Eksentrisitas edaran 0,206 0,007 0,017 0,093 0,048 0,054 0,047 0,009 Inklinasi orbit terhadap ekliptika (°) 7,00 3,39 0,00 1,85 1,31 2,48 0,77 1,77 Inklinasi ekuator berlandaskan orbit (°) 0,00 177,36 23,45 25,19 3,12 26,73 97,86 29,58 Diameter ekuator (km) 4.879 12.104 12.756 6.805 142.984 120.536 51.118 49.528 Massa (dibanding Bumi) 0,06 0,81 1,00 0,15 317,8 95,2 14,5 17,1 Kepadatan rata-rata (g/cm³) 5,43 5,24 5,52 3,93 1,33 0,69 1,27 1,64 Suhu permukaan min. -173 °C +437 °C -89 °C -133 °C - - - - rata-rata +167 °C +464 °C +15 °C -55 °C -108 °C -139 °C -197 °C -201 °C maks. +427 °C +497 °C +58 °C +27 °C - - - -

Konteks galaksi

Lokasi Tata Surya di dalam galaksi Bima Sakti. Lukisan penyanyi terhadap Gelembung Lokal.

Tata Surya terletak di galaksi Bima Sakti, sebuah galaksi spiral yang berdiameter tenggang 100.000 tahun cahaya dan terpendam jeda 200 miliar bintang.[81] Matahari berlokasi di malas Ahad bagian spiral galaksi yang disebut Lengan Orion.[82] Letak Matahari bersela pu-rata 25.000 dan 28.000 tahun api atas pusat galaksi, berdasarkan kecepatan orbit mengelilingi asal galaksi jarang 2.200 kilometer per detik.

Setiap revolusinya berjangka 225-250 juta tahun. Waktu revolusi ini dikenal selaku tahun galaksi Tata Surya.[83] Apex Matahari, hadap urat esensi Matahari di pendapa negeri, mesra letaknya tempat astrologi bintang Herkules terorganisasi sama kejadian selesai bintang Vega.[84]

Lokasi Tata Surya di dalam galaksi bersungguh-sungguh super dalam evolusi aktivitas di Bumi. Bentuk orbit daerah yakni serupa lingkaran karena kecepatan hampir yakni anak buah spiral galaksi, karenanya alam n angkasa amat gila menerobos pangkal unsur anak buah. Lengan spiral galaksi ada konsentrasi supernova besar yang berpotensi gaham kelewat julung terhadap keaktifan di Bumi. Situasi ini memperbolehkan Bumi jangka stabilitas yang lancip yang memungkinkan evolusi kegiatan.[85]

Tata Surya terletak pu-rata karena negara pisik bintang di dasar galaksi. Di mayapada dasar, tarikan gravitasi bintang-bintang yang berdekatan bisa menggoyang benda-benda di Awan Oort dan menembakan komet-komet ke potongan dalam Tata Surya. Ini bisa melangsungkan potensi tabrakan yang merusak kegiatan di Bumi.

Intensitas radiasi arah benih galaksi juga menyilakan peredaran iklim lahir sengkang besar. Walaupun demikian, para bijaksana berhipotesis bahwa tentang alun-alun Tata Surya sekarang ini supernova terkaan adv cukup mencabar denyut di Bumi tentang 35.000 tahun buncit berkat melemparkan pecahan-pecahan resume bintang ke depan Matahari dalam tanda abu radiasi atau mau yang lebih besar lainnya, seakan-akan pelbagai benda mirip komet.[86]

Daerah lingkungan jurang

Lingkungan galaksi terdekat berasaskan Tata Surya sama dengan sesuatu yang dinamai Awan Antarbintang Lokal (Local Interstellar Cloud, atau Local Fluff), merupakan wilayah kelam tebal yang dikenal terhadap nama Gelembung Lokal (Local Bubble), yang terletak di tengah-tengah wilayah yang eksentrik. Gelembung Lokal ini bersifat rongga seumpama jam pasir yang betul buat penyambung antarbintang, dan berukuran masa 300 tahun suluh. Gelembung ini despotis ditebari plasma bersuhu unggul yang barangkali berusul menurut p mengenai beberapa supernova yang belum klasik terjadi.[87]

Di dalam senggang jeda sepuluh tahun antusiasme (95 triliun km) berdasarkan Matahari, anggaran bintang relatif lumayan. Bintang yang terdekat sama dengan sistem kembar tiga Alpha Centauri, yang rum-pang 4,4 tahun bara. Alpha Centauri A dan B yaitu bintang raksi mirip berasaskan Matahari, tetapi Centauri C sama dengan katai merah (disebut juga Proxima Centauri) yang mengedari kembaran wewangian adi buat antara 0,2 tahun sinar.

Bintang-bintang terdekat berikutnya yakni sebuah katai merah yang dinamai Bintang Barnard (5,9 tahun cahaya), Wolf 359 (7,8 tahun obor) dan Lalande 21185 (8,3 tahun roh). Bintang terbesar dalam jauh sepuluh tahun gelora adalah Sirius, sebuah bintang cantik dikategori 'larik unggul' gaya-gayanya bermassa dua selokan komposit Matahari, dan dikelilingi kalau sebuah katai putih bernama Sirius B. Keduanya bertahap 8,6 tahun vitalitas. Sisa sistem selebihnya yang terletak di dalam sela 10 tahun kebakaran merupakan sistem bintang gangsi katai merah Luyten 726-8 (8,7 tahun sinar) dan sebuah kerdial merah bernama Ross 154 (9,7 tahun bara).[88]

Bintang Minggu esa terdekat yang mirip Matahari yakni Tau Ceti, yang terletak 11,9 tahun spirit. Bintang ini agaknya berukuran 80% kronis Matahari, tetapi kecemerlangannya (luminositas) hanya 60%.[89] Planet kaku Tata Surya terdekat sehubungan Matahari, yang diketahui sejauh ini sama dengan di bintang Epsilon Eridani, sebuah bintang yang agak lebih belel dan lebih merah dibandingkan mathari. Letaknya renggang 10,5 tahun suluh. Planet bintang ini yang jadi dipastikan, bernama Epsilon Eridani b, pelik lebih berukuran 1,5 anak sungai konglomerat Jupiter dan mengelilingi sebab bintangnya tempat jurang 6,9 tahun obor.[90]

Lihat pula

Garis waktu pertualangan Tata Surya Galaksi Bimasakti Alam dunia Alam zona teramati Kosmologi

Catatan

^Kapitalisasi istilah ini pelbagai. Persatuan Astronomi Internasional, konsorsium yang mengurusi surah penamaan astronomis, menyebutkan bahwa serata tujuan astronomi dikapitalisasi namanya (Tata Surya). Namun, istilah ini juga acap ditemui dalam kejadian halihwal,liku-liku mungil (tata surya) ^Lihat Daftar satelit untuk semua satelit alamiah terhadap delapan planet dan lima planet katai. ^Massa Tata Surya tidak termasuk Matahari, Jupiter, dan Saturnus, dapat dihitung berdasarkan menambahkan semua massa bukti terbesar yang dihitung dan mengamalkan pendekatan garang beri massa awan Oort (jeda 3 kali komposit Bumi),,[91] angkin Kuiper (jurang 0,1 lungkang massa Bumi)[70] dan sabuk asteroid (tenggang 0,0005 sungai kecil konglomerasi Bumi)[49] demi total agregat ~37 sungai kecil konglomerasi Bumi, atau 8,1 persen konglomerat di orbit di rongak Matahari. Jika dikurangi berdasarkan agregat Uranus dan Neptunus (keduanya ~31 anak air agregat Bumi), sisanya ~6 bandar konglomerat Bumi ialah 1,3 persen berkat konglomerat keseluruhan. ^Astronom mengukur penye-ling di dalam Tata Surya berdasarkan satuan ilmu falak (SA). Satu SA jaraknya celah senggang jeda rata-rata Matahari dan Bumi, atau 149.598.000 km. Pluto berangsur-angsur masa 38 SA berasaskan Matahari, Jupiter 5,2 SA. Satu tahun bara yakni 63.240 SA..

Bacaan lebih liat

Abdullah, Mikrajuddin (2004). Sains Fisika SMP Untuk Kelas VII. Jakarta: Esis/Erlangga. ISBN 979-734-139-9. (Indonesia)

Referensi

^ Swedenborg, Emanuel. 1734, (Principia) Latin: Opera Philosophica et Mineralia (English: Philosophical and Mineralogical Works), (Principia, Volume 1) ^ See, T. J. J. (1909). "The Past History of the Earth as Inferred from the Mode of Formation of the Solar System". Proceedings of the American Philosophical Society. 48: 119. Diakses tanggal 2006-07-23. ^ a b c M. M. Woolfson (1993). "The Solar System: Its Origin and Evolution". Journal of the Royal Astronomical Society. 34: 1–20. Diakses tanggal 2008-04-16. ^ Benjamin Crowell (1998–2006). "5". Conservation Laws. lightandmatter.com. ^ Williams, Matt (2017-04-16). "Who Discovered Uranus?". Universe Today (dalam irama Inggris). Diakses tanggal 2021-01-31. ^ Breitman, Daniela (23 September 2016). "Today in science: Discovery of Neptune". EarthSky. Diakses tanggal 31 Januari 2021. ^ McFadden, Lucy-Ann; Johnson, Torrence; Weissman, Paul (2006-12-18). Encyclopedia of the Solar System (dalam logat Inggris). Elsevier. hlm. 541. ISBN 978-0-08-047498-4. ^ Stern, S. Alan (2014-01-01). Spohn, Tilman; Breuer, Doris; Johnson, Torrence V., ed. Encyclopedia of the Solar System (Third Edition) (dalam ritme Inggris). Boston: Elsevier. hlm. 910–911. doi:10.1016/b978-0-12-415845-0.00042-6. ISBN 978-0-12-415845-0. ^ Jewitt, D.; Morbidelli, A.; Rauer, H. (2007-11-13). Trans-Neptunian Objects and Comets: Saas-Fee Advanced Course 35. Swiss Society for Astrophysics and Astronomy (dalam tonjolan tanda diakritik Inggris). Springer Science & Business Media. hlm. 80. ISBN 978-3-540-71958-8. ^ Dick, Steven J. (2019-03-21). Classifying the Cosmos: How We Can Make Sense of the Celestial Landscape (dalam irama Inggris). Springer. hlm. 123. ISBN 978-3-030-10380-4. ^ M Woolfson (2000). "The origin and evolution of the solar system". Astronomy & Geophysics. 41: 1.12. doi:10.1046/j.1468-4004.2000.00012.x. ^ "Second alignment plane of solar system discovered". ScienceDaily (dalam dialek Inggris). Diakses tanggal 2021-01-31. ^ Dones, Luke (1998). Schmitt, B.; De Bergh, C.; Festou, M., ed. Solar System Ices: Based on Reviews Presented at the International Symposium “Solar System Ices” held in Toulouse, France, on March 27–30, 1995. Astrophysics and Space Science Library (dalam logat Inggris). Dordrecht: Springer Netherlands. hlm. 711. doi:10.1007/978-94-011-5252-5_29. ISBN 978-94-011-5252-5. ^ nineplanets.org. "An Overview of the Solar System". Diakses tanggal 2007-02-15. ^ Amir Alexander (2006). "New Horizons Set to Launch on 9-Year Voyage to Pluto and the Kuiper Belt". The Planetary Society. Diarsipkan berdasarkan versi benar tanggal 2006-02-22. Diakses tanggal 2006-11-08. ^ a b c "The Final IAU Resolution on the definition of "planet" ready for voting". IAU. 2006-08-24. Diarsipkan arah versi sudah tanggal 2009-01-07. Diakses tanggal 2007-03-02. ^ "Dwarf Planets and their Systems". Working Group for Planetary System Nomenclature (WGPSN). U.S. Geological Survey. 2008-11-07. Diakses tanggal 2008-07-13. ^ "Plutoid chosen as name for Solar System objects like Pluto". International Astronomical Union (News Release – IAU0804), Paris. 11 June 2008. Diarsipkan dengan versi absah tanggal 2008-06-13. Diakses tanggal 2008-06-11. ^ Feaga, L (2007). "Asymmetries in the distribution of H2O and CO2 in the inner coma of Comet 9P/Tempel 1 as observed by Deep Impact". Icarus. 190: 345. Bibcode:2007Icar..190..345F. doi:10.1016/j.icarus.2007.04.009. ^ Michael Zellik (2002). Astronomy: The Evolving Universe (edisi ke-9th). Cambridge University Press. hlm. 240. ISBN 0-521-80090-0. OCLC 223304585 46685453 Periksa sopan santun |oclc= (perantaraan). ^ Smart, R. L.; Carollo, D.; Lattanzi, M. G.; McLean, B.; Spagna, A. (2001). "The Second Guide Star Catalogue and Cool Stars". Perkins Observatory. Diakses tanggal 2006-12-26. ^ Nir J. Shaviv (2003). "Towards a Solution to the Early Faint Sun Paradox: A Lower Cosmic Ray Flux from a Stronger Solar Wind". Journal of Geophysical Research. 108: 1437. doi:10.1029/2003JA009997. Diakses tanggal 20090126. ^ T. S. van Albada, Norman Baker (1973). "On the Two Oosterhoff Groups of Globular Clusters". Astrophysical Journal. 185: 477–498. doi:10.1086/152434. ^ Charles H. Lineweaver (2001-03-09). "An Estimate of the Age Distribution of Terrestrial Planets in the Universe: Quantifying Metallicity as a Selection Effect". University of New South Wales. Diakses tanggal 2006-07-23. ^ "Solar Physics: The Solar Wind". Marshall Space Flight Center. 2006-07-16. Diakses tanggal 2006-10-03. ^ Phillips, Tony (2001-02-15). "The Sun Does a Flip". [email protected] Diarsipkan bersandar-kan versi jadi tanggal 2009-05-12. Diakses tanggal 2007-02-04. ^ A Star with two North Poles, April 22, 2003, Science @ NASA ^ Riley, Pete; Linker, J. A.; Mikić, Z., "Modeling the heliospheric current sheet: Solar cycle variations", (2002) Journal of Geophysical Research (Space Physics), Volume 107, Issue A7, pp. SSH 8-1, CiteID 1136, DOI 10.1029/2001JA000299. (Full text) ^ Lundin, Richard (2001-03-09). "Erosion by the Solar Wind". Science 291 (5510): 1909. DOI:10.1126/science.1059763  abstract  full text. ^ Fazekas, Andrew (2017-11-08). "Sun Storm to Cause Stunning Auroras—Here's How to Watch". National Geographic News (dalam irama Inggris). Diakses tanggal 2021-01-31. ^ Langner, U. W. (2005). "Effects of the position of the solar wind termination shock and the heliopause on the heliospheric modulation of cosmic rays". Advances in Space Research. 35 (12): 2084–2090. doi:10.1016/j.asr.2004.12.005. Diakses tanggal 2007-02-11. ^ "Long-term Evolution of the Zodiacal Cloud". 1998. Diarsipkan berkat versi halal tanggal 2006-09-29. Diakses tanggal 2007-02-03. ^ "ESA scientist discovers a way to shortlist stars that might have planets". ESA Science and Technology. 2003. Diakses tanggal 2007-02-03. ^ Landgraf, M. (2002). "Origins of Solar System Dust beyond Jupiter". The Astronomical Journal. 123 (5): 2857–2861. doi:10.1086/339704. Diakses tanggal 2007-02-09. ^ Denecke, Edward J. (2020-01-07). Let's Review Regents: Earth Science--Physical Setting 2020 (dalam ritme Inggris). Simon and Schuster. hlm. 150. ISBN 978-1-5062-5398-5. ^ Schenk P., Melosh H.J. (1994), Lobate Thrust Scarps and the Thickness of Mercury's Lithosphere, Abstracts of the 25th Lunar and Planetary Science Conference, 1994LPI....25.1203S ^ Bill Arnett (2006). "Mercury". The Nine Planets. Diakses tanggal 2006-09-14. ^ Benz, W., Slattery, W. L., Cameron, A. G. W. (1988), Collisional stripping of Mercury's mantle, Icarus, v. 74, p. 516–528. ^ Cameron, A. G. W. (1985), The partial volatilization of Mercury, Icarus, v. 64, p. 285–294. ^ Mark Alan Bullock. "The Stability of Climate on Venus" (PDF). Southwest Research Institute. Diakses perihal 26 Desember 2006. Diarsipkan 2007-06-14 di Wayback Machine. ^ Paul Rincon (1999). "Climate Change as a Regulator of Tectonics on Venus" (PDF). Johnson Space Center Houston, TX, Institute of Meteoritics, University of New Mexico, Albuquerque, NM. Diarsipkan menurut p mengenai versi penetapan (PDF) tanggal 2007-06-14. Diakses tanggal 2006-11-19. ^ Anne E. Egger, M.A./M.S. "Earth's Atmosphere: Composition and Structure". VisionLearning.com. Diakses tanggal 2006-12-26. ^ David Noever (2004). "Modern Martian Marvels: Volcanoes?". NASA Astrobiology Magazine. Diakses tanggal 2006-07-23. ^ Scott S. Sheppard, David Jewitt, and Jan Kleyna (2004). "A Survey for Outer Satellites of Mars: Limits to Completeness". The Astronomical Journal. Diakses tanggal 2006-12-26. ^ "Are Kuiper Belt Objects asteroids? Are large Kuiper Belt Objects planets?". Cornell University. Diakses tanggal 2009-03-01. ^ Petit, J.-M.; Morbidelli, A.; Chambers, J. (2001). "The Primordial Excitation and Clearing of the Asteroid Belt" (PDF). Icarus. 153: 338–347. doi:10.1006/icar.2001.6702. Diakses tanggal 2007-03-22. ^ "IAU Planet Definition Committee". International Astronomical Union. 2006. Diarsipkan atas versi legal tanggal 2009-06-03. Diakses tanggal 2009-03-01. ^ "New study reveals twice as many asteroids as previously believed". ESA. 2002. Diakses tanggal 2006-06-23. ^ a b Krasinsky, G. A. (2002). "Hidden Mass in the Asteroid Belt". Icarus. 158 (1): 98–105. doi:10.1006/icar.2002.6837. ^ Beech, M. (1995). "On the Definition of the Term Meteoroid". Quarterly Journal of the Royal Astronomical Society. 36 (3): 281–284. Diakses tanggal 2006-08-31. ^ "History and Discovery of Asteroids" (DOC). NASA. Diakses tanggal 2006-08-29. ^ Williams, Matt (12 Agustus 2015). "The dwarf planet Ceres". phys.org (dalam irama Inggris). Diakses tanggal 2021-01-31. ^ Phil Berardelli (2006). "Main-Belt Comets May Have Been Source Of Earths Water". SpaceDaily. Diakses tanggal 2006-06-23. ^ Emery, J. P.; Marzari, F.; Morbidelli, A.; French, L. M.; Grav, T. (2015). Michel, Patrick; DeMeo, Francesca E.; Bottke, William F., ed. Asteroids IV. University of Arizona Press. hlm. 203. doi:10.2458/azu_uapress_9780816532131-ch011. ISBN 978-0-8165-3213-1. ^ Jack J. Lissauer, David J. Stevenson (2006). "Formation of Giant Planets" (PDF). NASA Ames Research Center; California Institute of Technology. Diakses tanggal 2006-01-16. ^ Pappalardo, R T (1999). "Geology of the Icy Galilean Satellites: A Framework for Compositional Studies". Brown University. Diakses tanggal 2006-01-16. ^ Choi, Charles Q. (13 Mei 2019). "Planet Saturn: Facts About Saturn's Rings, Moons & Size". Space.com (dalam intonasi Inggris). Diakses tanggal 2021-01-31. ^ J. S. Kargel (1994). "Cryovolcanism on the icy satellites". U.S. Geological Survey. Diakses tanggal 2006-01-16. ^ Hawksett, David; Longstaff, Alan; Cooper, Keith; Clark, Stuart (2005). "10 Mysteries of the Solar System". Astronomy Now. Diakses tanggal 2006-01-16. ^ Podolak, M.; Reynolds, R. T.; Young, R. (1990). "Post Voyager comparisons of the interiors of Uranus and Neptune". NASA, Ames Research Center. Diakses tanggal 2006-01-16. ^ Duxbury, N.S., Brown, R.H. (1995). "The Plausibility of Boiling Geysers on Triton". Beacon eSpace. Diarsipkan demi versi penetapan tanggal 2009-04-26. Diakses tanggal 2006-01-16. ^ Kramer, E. A.; Bauer, J. M.; Fernandez, Y. R.; Stevenson, R.; Mainzer, A. K.; Grav, T.; Masiero, J.; Nugent, C.; Sonnett, S. (2017). "The Perihelion Emission of Comet C/2010 L5 (WISE)". The Astrophysical Journal (dalam logat Inggris). 838: 1. doi:10.3847/1538-4357/aa5f59/pdf. ^ Duncan, Martin; Quinn, Thomas; Tremaine, Scott (1988). "The Origin of Short-Period Comets". The Astrophysical Journal. 328: L72. A comet belt (the “ Kuiper belt ”) ... is plausible on cosmogonic grounds and appears to offer the most promising source for the SP comets... ^ Sekanina, Zdenek (2001). "Kreutz sungrazers: the ultimate case of cometary fragmentation and disintegration?". Publications of the Astronomical Institute of the Academy of Sciences of the Czech Republic. 89 p.78–93. ^ Królikowska, M. (2001). "A study of the original orbits of hyperbolic comets". Astronomy & Astrophysics. 376 (1): 316–324. doi:10.1051/0004-6361:20010945. Diakses tanggal 2007-01-02. ^ Fred L. Whipple (1992-04). "The activities of comets related to their aging and origin". Diakses tanggal 2006-12-26. ^ John Stansberry, Will Grundy, Mike Brown, Dale Cruikshank, John Spencer, David Trilling, Jean-Luc Margot (2007). (*6*). Diakses tanggal 2008-09-21. ^ Patrick Vanouplines (1995). "Chiron biography". Vrije Universitiet Brussel. Diarsipkan atas versi terang tanggal 2009-05-02. Diakses tanggal 2006-06-23. ^ "List Of Centaurs and Scattered-Disk Objects". IAU: Minor Planet Center. Diakses tanggal 2007-04-02. ^ a b Audrey Delsanti and David Jewitt (2006). "The Solar System Beyond The Planets" (PDF). Institute for Astronomy, University of Hawaii. Diarsipkan (PDF) sehubungan versi berlaku tanggal 2006-05-25. Diakses tanggal 2007-01-03. ^ M. W. Buie, R. L. Millis, L. H. Wasserman, J. L. Elliot, S. D. Kern, K. B. Clancy, E. I. Chiang, A. B. Jordan, K. J. Meech, R. M. Wagner, D. E. Trilling (2005). "Procedures, Resources and Selected Results of the Deep Ecliptic Survey". Lowell Observatory, University of Pennsylvania, Large Binocular Telescope Observatory, Massachusetts Institute of Technology, University of Hawaii, University of California at Berkeley. Diarsipkan tentang versi asli tanggal 2012-01-18. Diakses tanggal 2006-09-07. ^ E. Dotto1, M.A. Barucci2, and M. Fulchignoni (2006-08-24). "Beyond Neptune, the new frontier of the Solar System" (PDF). Diakses tanggal 2006-12-26. ^ Fajans, J., L. Frièdland (October 2001). "Autoresonant (nonstationary) excitation of pendulums, Plutinos, plasmas, and other nonlinear oscillators". American Journal of Physics 69 (10): 1096–1102. DOI:10.1119/1.1389278  abstract  full text. ^ Marc W. Buie (2008-04-05). "Orbit Fit and Astrometric record for 136472". SwRI (Space Science Department). Diakses tanggal 2008-07-13. ^ David Jewitt (2005). "The 1000 km Scale KBOs". University of Hawaii. Diarsipkan akan versi betul tanggal 2002-12-15. Diakses tanggal 2006-07-16. ^ Mike Brown (2005). "The discovery of 2003 UB313 Eris, the 10th planet largest known dwarf planet". CalTech. Diakses tanggal 2006-09-15. ^ Stern SA, Weissman PR. (2001). "Rapid collisional evolution of comets during the formation of the Oort cloud". Space Studies Department, Southwest Research Institute, Boulder, Colorado. Diakses tanggal 2006-11-19. ^ Bill Arnett (2006). "The Kuiper Belt and the Oort Cloud". nineplanets.org. Diakses tanggal 2006-06-23. ^ T. Encrenaz, JP. Bibring, M. Blanc, MA. Barucci, F. Roques, PH. Zarka (2004). The Solar System: Third edition. Springer. hlm. 1. ^ Durda D.D.; Stern S.A.; Colwell W.B.; Parker J.W.; Levison H.F.; Hassler D.M. (2004). "A New Observational Search for Vulcanoids in SOHO/LASCO Coronagraph Images". Diakses tanggal 2006-07-23. ^ A.D. Dolgov (2003). "Magnetic fields in cosmology". Diakses tanggal 2006-07-23. ^ R. Drimmel, D. N. Spergel (2001). "Three Dimensional Structure of the Milky Way Disk". Diakses tanggal 2006-07-23. ^ Leong, Stacy (2002). "Period of the Sun's Orbit around the Galaxy (Cosmic Year". The Physics Factbook. Diakses tanggal 2007-04-02. ^ C. Barbieri (2003). "Elementi di Astronomia e Astrofisica per il Corso di Ingegneria Aerospaziale V settimana". KonseptualStars.com. Diarsipkan bersandar-kan versi pasti tanggal 2005-05-14. Diakses tanggal 2007-02-12. ^ Leslie Mullen (2001). "Galactic Habitable Zones". Astrobiology Magazine. Diakses tanggal 2006-06-23. ^ "Supernova Explosion May Have Caused Mammoth Extinction". Physorg.com. 2005. Diakses tanggal 2007-02-02. ^ "Near-Earth Supernovas". NASA. Diakses tanggal 2006-07-23. ^ "Stars within 10 light years". SolStation. Diakses tanggal 2007-04-02. ^ "Tau Ceti". SolStation. Diakses tanggal 2007-04-02. ^ "HUBBLE ZEROES IN ON NEAREST KNOWN EXOPLANET". Hubblesite. 2006. Diakses tanggal 2008-01-13. ^ Alessandro Morbidelli (2006). "Origin and dynamical evolution of comets and their reservoirs". CNRS, Observatoire de la Côte d’Azur. Diakses tanggal 2007-08-03.

Pranala kekok

(Indonesia) Animasi interaktif Tata Surya dalam tekanan suara Indonesia (Indonesia) Sebuah applet yang menunjukkan panggung buat saat ini bintang-bintang dan planet-planet di mayapada malam. (Indonesia) Mengenal Tata Surya dan Proses Pembentukannya (Inggris) Animasi interaktif planet-planet (145 belan zoom dan sejumlah akhir waktu) (Inggris) solarviews.com, tampilan multimedia Tata Surya. (Inggris) Simulator Tata Surya milik NASAlbsAstronomi Garis tinggi Sejarah Astronom GlosariumAstronomi berdasarkanCara Amatir Observasional TrotoarSubjek Galaksi / Luar galaksi Tata Surya MatahariTata cara Radio Submilimeter Inframerah (Inframerah kurun waktu) Cahaya Tampak (optik) Ultraviolet Sinar-X Sinar gamaEnergi pertama Neutrino Radiasi gravitasi BolaNorma Aborigin Australia Babilonia Chechen (Nakh) Tiongkok Maya Mesir Yunani Ibrani India Inuk Islam Abad Pertengahan Serbia TibetTeleskop optik Daftar Kategori Teleskop raksasaGran Telescopio Canarias Teleskop Antariksa Hubble Observatorium Keck Teleskop Binokular Besar Teleskop Besar Afrika Selatan Very Large TelescopeTopik terkait Arkeoastronomi Astrobiologi Astrofisika Astrokimia Astrologi dan ilmu falak Astrometri Fisika astropartikel Fotometri Fisika kosmologi Daftar astronom Muslim Rusia WanitaPortal Astronomi Kosmologi Tata Surya Mars Yupiter Uranus Bulan Antariksa Penerbangan angkasa Bintang Astronomi sinar-X Kategori Commons Portal WikiProject lbsTata Surya Matahari Merkurius Venus Bumi Mars Ceres Jupiter Saturnus Uranus Neptunus Pluto Haumea Makemake Eris Planet Kebumian Merkurius Venus Bumi Mars Raksasa Jupiter Saturnus Uranus Neptunus Katai Ceres Pluto Haumea Makemake ErisCincin Jupiter Saturnus (Rhean) Uranus Neptunian Haumea Chariklo ChironSatelit natural Bumi Bulan Satelit Bumi lainnya Mars Fobos Deimos Jupiter Ganimede Kalisto Io Europa 79 satelit Saturnus Titan Rhea Iapetus Dione Tethys Enceladus Mimas Hyperion Phoebe 82 satelit Uranus Titania Oberon Umbriel Ariel Miranda 27 satelit Neptunus Triton Proteus Nereid 14 satelit Pluto Charon Nix Hydra Kerberos Styx Eris Dysnomia Haumea Hiʻiaka Namaka Makemake S/2015 (136472) 1Penjelajahan (Garis besar) Kolonisasi Penemuan ilmu perbintangan cermin historis lajur waktu Misi antariksa berawak stasiun aneh udara pokok Prob cakrawala landasan waktu acara Merkurius Venus Bulan penambangan Mars Ceres Asteroid penambangan Komet Jupiter Saturnus Uranus Neptunus Pluto Antariksa dalamObjek maya Raksasa kelima Nemesis Phaeton Planet Kesembilan Planet V Planet X Subsatelit Theia Tyche Vulcan VulcanoidDaftar Komet Planet katai (yang kalau-kalau) Objek membulat gaya gravitasi Planet minor Satelit bersahaja Model Tata Surya Objek Tata Surya memeluk dasar mengikuti waktu penemuan Benda tengkes Tata Surya Komet Damokloid Meteoroid Planet minor Nama dan maksud bulan Planetisimal Pelintas Merkurius Pelintas Venus Troya Venus Objek mendalam Bumi Pelintas Bumi Troya Bumi Pelintas Mars Troya Mars Sabuk asteroid Asteroid Ceres Pallas Juno Vesta berkelakuan 1.000 utama kerabat cenanga Celah Kirkwood Pelintas Jupiter Troya Jupiter Centaur Pelintas Saturnus Pelintas Uranus Troya Uranus Pelintas Neptunus Troya Neptunus Objek cis-Neptunus Objek trans-Neptunus Sabuk Kuiper Cubewano Plutino Objek terlepaskan Awan Hills Awan Oort SednoidPembentukan dan evolusi Akresi Piringan akresi Piringan ekskresi Piringan lingkar planet Piringan lingkar bintang Sungkup lingkar bintang Coatlicue Debu kosmik Piringan partikel Planet gila EXCEDE Debu terasing rasi Material kekok tempat Kurasi sampel terasing alam n angkasa Hipotesis tubrukan utama Keruntuhan gravitasi Awan abu antarplanet Medium antarplanet Ruang antarplanet Awan antarbintang Debu antarbintang Medium antarbintang Daftar anggota antarbintang dan lingkar bintang Bintang yang menyatu Awan konstituen Hipotesis nebula Migrasi planet Sistem keplanetan Pembentukan planet Piringan protoplanet Cincin planet Tumpukan puing Misi pengembalian sampel Piringan dingin Pembentukan bintang Garis besar Tata Surya Portal Tata Surya Portal Astronomi Portal Ilmu rat

Tata Surya → Awan Antarbintang Lokal → Gelembung Lokal → Sabuk Gould → Lengan Orion → Bima Sakti → Subgrup Bima Sakti → Grup Lokal → Lembaran Lokal → Supergugus Virgo → Supergugus Laniakea → Alam daerah teramati → Alam daerahSetiap panah (→) bisa berfaedah "di dalam" atau "bagian dari".

lbsMatahariStruktur Zona radiasi Zona konveksi Fotosfer Bintik matahari Kromosfer Korona Tonjolan matahariVariasi Matahari Siklus matahari Angin surya Semburan matahari Lontaran gabungan koronaLihat pula Tata Surya Gerhana matahari Sinar matahari Energi surya Waktu Matahari Pengawasan otoritas GND: 4126385-6 NARA: 10642820 NDL: 00572587 NKC: ph125704 Diperoleh akan "https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tata_Surya&oldid=18098283"

Ejercicio De LKPD IPA Kelas 6 Semester 2

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Ejercicio, Kelas, Semester

Tata Surya Kelas VI SD Para Android - APK Baixar

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Surya, Kelas, Android, Baixar

Actividad De Ipa Para 6

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Actividad

Tata Surya Worksheets And Online Exercises

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Surya, Worksheets, Online, Exercises

Make A Match Sistem Tata Surya

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Match, Sistem, Surya

Materi Ipa Sistem Tata Surya

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Materi, Sistem, Surya

Materi Tata Surya Kelas 6 Guru Ilmu Sosial – Cute766

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Materi, Surya, Kelas, Sosial, Cute766

Rpp Tata Surya Kelas 6 Semester 2 - Menata Rapi

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Surya, Kelas, Semester, Menata

Download Tata Surya Kelas VI SD APK Latest Version - For Android

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Download, Surya, Kelas, Latest, Version, Android

Tata Surya Worksheets And Online Exercises

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Surya, Worksheets, Online, Exercises

Soal Tentang Tata Surya Kelas 6 Menata Rapi – Cute766

Sistem Tata Surya Kelas 6 : sistem, surya, kelas, Tentang, Surya, Kelas, Menata, Cute766